Home /
Berita Indonesia /
Daerah /
Orang Tua Menjadi TKI Menyebabkan Kapry Nanda Menistakan Alquran, Diduga Kuat Kurang Perhatian Dan Pengawasan
Tuesday, June 21, 2016
Orang Tua Menjadi TKI Menyebabkan Kapry Nanda Menistakan Alquran, Diduga Kuat Kurang Perhatian Dan Pengawasan
F, 15, pelaku penistaan agama dengan cara menginjak dan meniduri Kitab Suci Alquran, lalu mengunggahnya di Facebook, dibebaskan setelah Polres Tulungagung menggelar sidang diversi peradilan anak melibatkan berbagai pihak terkait.
“Hasil sidang diversi hari ini memutuskan untuk mengembalikan pembinaan anak terhadap orang tua dengan cara disekolahkan kembali,” kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Andria Di Putra saat dimintai konfirmasi seusai sidang diversi di Tulungagung, Senin (20/6/2016).
Kendati bebas dan lepas dari status tersangka, kata Andria, F masih diharuskan tinggal sementara di lingkungan Mapolres Tulungagung selama 1-2 hari.
Menurut Kasat Reskrim, belum tersedianya selter atau tempat penampungan khusus untuk pembinaan anak dimiliki dinas sosial setempat menyebabkan proses konseling dan psikoterapi oleh Bapas sementara dilakukan lingkungan Satreskrim Polres Tulungagung.
“Setelah dua hari dan pembinaan dirasa cukup anak kami serahkan kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan lanjutan,” ujar dia.
Untuk diketahui, sidang diversi digelar di ruang aula Satreskrim dengan melibatkan perwakilan MUI, tokoh agama, orang tua, perangkat desa, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kediri, Komisi Perlindungan Anak Tulungagung, dinas sosial, serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung.
Sementara itu, Petugas Bapas Kediri, Ida Wening, yang bertugas dan bertanggung jawab langsung dalam melakukan pengawasan terhadap F mengatakan tahap pertama yang dia lakukan adalah memastikan kesiapan orang tua untuk mengasuh F.
“Selama diasuh orang tuanya, pengawasan akan kami lakukan hingga jangka waktu enam bulan ke depan. Jika selama itu disimpulkan orang tua tidak sanggup membina dan mengawasi perilaku anaknya sehingga menjadi baik, kasusnya bisa dibuka kembali oleh polisi,” kata dia.
Pernyataan Ida diamini Andria yang mengatakan selama proses pembinaan orang tua, F beserta orang tuanya wajib lapor ke Polres Tulungagung minimal dua pekan sekali.
“Wajib lapor ini sebagai proses pengawasan kami atas perkembangan anak selama diasuh orang tuanya,” tutur Kasat Reskrim.
Dalam sesi tanya jawab dengan Bapas, F mengakui hanya iseng saat mengambil foto aksi menginjak dan meniduri kitab suci Al Quran d salah satu masjid desanya di Desa Tanggulkundung, Kecamatan Besuki.
“Dia mengaku hanya iseng saja supaya bikin gempar lalu terkenal. Anak ini sepertinya sedang butuh perhatian karena kebetulan lama tidak bersama orang tua kandungnya yang bekerja di luar negeri sebagai TKI,” ujar Andria.
Secara terpisah, ibunda F, LW, 33, mengakui anaknya selama ini tinggal di Desa Tanggulkundung bersama sang kakek, sementara dia tinggal di Ponorogo bersama suami kedua atau ayah tiri F.
“Anak saya putus sekolah MTs klas VII karena mengikuti teman-temannya yang juga drop out. Dulu sudah masuk MTs Negeri lalu minta pindah di swasta karena teman juga, malah akhirnya keluar,” ungkap dia.
LW mengaku menyesali insiden yang dilakukan putranya dan menyampaikan minta maaf atas perilaku yang melukai perasaan umat Muslim tersebut.
“Insya Allah saya akan awasi dengan baik. Saya akan sekolahkan juga, bila perlu masukkan ke pondok pesantren dekat rumah di Ponorogo,” ujar dia.
sumber : harianjogja
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita TKI - Seorang TKI Malaysia asal Purbalingga, Jawa Tengah bernama Rahmat Pamuji melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompa...
-
Berita TKI - Fadila Rahmatika TKW Singapura asal Ponorogo diantarkan seorang wanita tak dikenal ke Batam dan ditinggalkan begitu saja da...
-
Berita Kriminal - Seorang siswi SMA berinisial FH (16) diperk0sa oleh 5 pria hingga tewas di kamar kosnya. Para pelaku telah berhasil dia...
-
Seorang WNI yang menjadi TKI di Korea Selatan bernama Masdar (32) dipulangkan ke daerah asalnya Bima, NTB pada 13/7. Kepulangannya terseb...
-
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja Taiwan, Murdatin, 47, tertipu teman kencannya, Rubiyo, 50, setelah pulang ke Indonesia, Sabtu (2...
-
Berita Ponorogo - Polres Ponorogo bersama dengan Kodim 0802 mendatangi TKP penemuan bom Aktif yang di duga peninggalan penjajah Belanda ...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
wartaberitatki.com - Seorang hakim di Hong Kong mengatakan pengadilan akan memutar sebuah video berisi penyiksaan dan pembunuhan dua ten...

0 comments
Post a Comment