Home /
Berita BMI /
Berita TKI /
Berita TKW /
KTKLN /
KTKLN Dihapus, TKI Dengan Gembira Sambut Keputusan Ini
Thursday, October 27, 2016
KTKLN Dihapus, TKI Dengan Gembira Sambut Keputusan Ini
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara menyambut gembira penghapusan kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN) yang menjadi permasalahan mereka saat pulang ke Tanah Air maupun saat hendak berangkat bekerja kembali ke luar negeri.
Kepastian penghapusan KTKLN tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan perbincangan dari Istana Kepresidenan, Jakarta, melalui jaringan telekomunikasi "e-Blusukan" dengan perwakilan TKI di delapan wilayah penempatan luar negeri, Minggu.
Dalam layar televisi terlihat banyaknya spanduk ataupun tulisan tangan dari perwakilan negara penempatan tersebut yang menginginkan agar KTKLN dihapuskan.
Menurut pengakuan para TKI tersebut, mereka agak takut untuk pulang ke Tanah Air karena akan mendapatkan permasalahan terkait KTKLN tersebut. Apalagi jika tidak memiliki kartu tersebut nantinya akan diarahkan untuk membayar sejumlah uang.
Oleh karena itu, ketika Presiden Jokowi mengatakan KTKLN dihapus, maka sontak para perwakilan TKI tersebut bersorak gembira, bahkan ada yang meloncat kegirangan.
Presiden Jokowi menyatakan, dirinya sudah banyak mendengar masukan terkait permasalahan TKI dan berjanji pemerintah akan melakukan perbaikan-perbaikan agar para pekerja Indonesia di luar negeri tersebut mendapatkan pelayanan yang baik.
"Kita akan perbaiki permasalahan TKI itu secara total. Buruh migran harus mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah Indonesia," kata Presiden.
Perwakilan TKI dari Malaysia menyampaikan 15 jenis permasalahan yang dihadapi buruh migran Indonesia yang disampaikan Rusdinadar Sigit selaku perwakilan pekerja Indonesia di Malaysia.
Ia mengemukakan ke-15 permasalahan itu, antara lain kontrak kerja, gaji tidak dibayar, KTKLN, pendidikan anak TKI, banyaknya pekerja ilegal, masalah perkawinan hingga proses pemulangan TKI yang dilakukan oleh perusahaan swasta yang dianggap mahal biayanya.
"Sejumlah permasalahan yang bisa disampaikan, semoga pemerintah memiliki solusinya," katanya.
Berkaitan dengan "e-Blusukan", perwakilan TKI dari Malaysia menyambut gembira ucapan dari Presiden Jokowi, dan berharap mereka bisa menyampaikan informasi terkait permasalahan mereka di sejumlah negara.
Menurut salah seorang perwakilan TKI Muhamad Anom, melalui "e-Blusukan", maka para TKI bisa melaporkan secara langsung permasalahnnya kepada Presiden Jokowi.
"Manfaatnya, kita bisa ketahui langsung. Seperti yang kita dengar tadi bahwa Presiden menyetujui penghapusan KTKLN," ucapnya.
Untuk itu, lanjut dia, acara E-Blusukan diharapkan terus ada, bahkan kalau perlu setiap bulan mengingat permasalahan setiap saat bisa terjadi.
"Jika ada kegiatan ini, maka kami bisa melaporkannya secara langsung ke Presiden," katanya menambahkan.
Presiden Jokowi dalam "e-Blusukan" itu, antara lain didampingi Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. (Antara)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita TKI - Fadila Rahmatika TKW Singapura asal Ponorogo diantarkan seorang wanita tak dikenal ke Batam dan ditinggalkan begitu saja da...
-
Berita Kriminal - Seorang siswi SMA berinisial FH (16) diperk0sa oleh 5 pria hingga tewas di kamar kosnya. Para pelaku telah berhasil dia...
-
Seorang WNI yang menjadi TKI di Korea Selatan bernama Masdar (32) dipulangkan ke daerah asalnya Bima, NTB pada 13/7. Kepulangannya terseb...
-
Berita Ponorogo - Polres Ponorogo bersama dengan Kodim 0802 mendatangi TKP penemuan bom Aktif yang di duga peninggalan penjajah Belanda ...
-
JAKARTA – Kemiskinan yang menjerat pasangan Sulkifli Sirua dan Alfrida membuat keluarga itu tak berdaya ketika anak laki-lakinya menderit...
-
Suli sang pembantu dan Ama sang majikan, by AppleDaily Berita TKI - Pembantu dan majikan berbeda agama, tinggal satu rumah tanpa meman...
-
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja Taiwan, Murdatin, 47, tertipu teman kencannya, Rubiyo, 50, setelah pulang ke Indonesia, Sabtu (2...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...

0 comments
Post a Comment