Home /
Balita Gizi Buruk /
Berita Indonesia /
Bocah Jeneponto ini Hanya Bisa Terbaring Lemas Karena Gizi Buruk
Wednesday, November 2, 2016
Bocah Jeneponto ini Hanya Bisa Terbaring Lemas Karena Gizi Buruk
JAKARTA – Kemiskinan yang menjerat pasangan Sulkifli Sirua dan Alfrida membuat keluarga itu tak berdaya ketika anak laki-lakinya menderita gizi buruk. Ialah Rengga remaja berusia 14 tahun yang kini hanya bisa terbaring lemas. Selain gizi buruk Rengga juga didiagnosis menderita lumpuh.
Anak ke empat dari tujuh bersaudara itu dikatakan Sulkifli mulai mengalami gizi buruk sejak ia berusia 7 tahun.
“Rengga tidak bisa melakukan apapun, semuanya harus dibantu saya atau ibunya,” tutur Sulkifli kepada relawan Dompet Dhuafa yang menyambangi rumahnya di kelurahan Bontotangnga, kecamatan Tamalatea, Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan pada Senin, 31 Oktober lalu.
Sulkifli mengatakan, Rengga terlahir normal seperti bayi pada umumnya namun ketika Rengga memasuki usia 12 bulan perkembangan Rengga mulai menampakan kelainan. Kedua kaki dan tangannya mulai mengecil. Nafsu makannya pun berkurang dan menjadi sering sakit-sakitan.
Sejak menderita gizi buruk dan lumpuh, Rengga sangat jarang dibawa oleh kedua orang tuanya untuk berobat ke rumah sakit lantaran kondisi ekonomi yang pasang surut. Rengga terakhir ditangani secara medis pada tahun 2011 silam.
Praktis Rengga kini hanya bisa berbaring pasrah di rumahnya, ia tak bisa beraktifitas normal seperti teman sebayanya.
“Saya mau bawa berobat tidak ada uang, terpaksa kami rawat seadanya.” jelas ayah Rengga sambil menahan sesak.
Sebagai kepala keluarga dahulu Sulkifli bekerja sebagai sopir taksi di kota Makassar, namun kini tak lagi demikian. Untuk sekedar menyambung hidup Sulkifli memelihara beberapa ekorayam dan bekerja serabutan. (KBK)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Sempat Menjalani Perwatan kurang lebih Dua bualan lamanya diruang Isolasi Rumah Sakit King Abdul Aziz Jeddah lantaran penyakit menular y...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
Berita Bontang - Cerita manusia jadi-jadian yang terbang setiap malam untuk mencari mangsa bayi ataupun ibu hamil sudah sangat melegenda...
-
Lagi-lagi kasus pemerkosaan terjadi di Ngawi, Jawa Timur. Kali ini korbannya adalah seorang gadis berusia 14 tahun. Sebut saja Mintu...
-
Seorang ibu di Lampung tega menganiaya anaknya sendiri dengan cara menusuk kemaluan anak perempuannya dengan pisau panas. Sang...
-
Berita Imigrasi - Banyak masyarakat yang belum mengetahui pembuatan paspor elektronik alias e-paspor. Sosialiasi mengenai program ini p...
-
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan po...
-
Bagi para TKI paspor bukanlah sesuatu yang asing. Dengan adanya paspor kita bisa wisata keliling dunia ataupun untuk bekerja. Dulu meng...

0 comments
Post a Comment