Home /
Berita BMI /
Berita TKI /
Berita TKW /
TKI Malaysia /
Dua Calo TKI Hanya Divonis 1 Tahun Penjara Setelah Menjual TKI
Wednesday, November 2, 2016
Dua Calo TKI Hanya Divonis 1 Tahun Penjara Setelah Menjual TKI
TANJUNGPINANG - Dua calo pegiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara ilegal ke Malaysia, Hamsinah dan Minisvary Veliappan alias Alenti divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang selama 1 tahun penjara dan denda Rp2 miliar subsider 2 bulan penjara, Senin (1/11).
Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Danang Prastyoa SH yang menutut 1 tahun 6 bulan dan denda Rp3 miliar subsider 4 bulan penjara. Kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penempatan TKI secara ilegal.
"Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam Pasal 102 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ucap majelis hakim.
Jalannya sidang vonis kedua terdakwa tersebut dilakukan terpisah dalam ruangan sidang dan majelis hakim yang sama dipimpin Purwaningsih SH didampingi Guntur Kurniawan SH dan Santonius SH. Sedangkan terdakwa didampingi Penasehat Hukumnya, Jefrianto SH.
Dalam sidang terungkap, awalnya terdakwa Hamsinah kenal dengan Minisvary Veliappan alias Alenti dari temannya yang berada di Malaysia, menyuruh mencari orang untuk dipekerjakan di Malaysia.
Kemudian setelah mendapatkan orang, terdakwa Hamsinah dan Minisvary Veliappan secara bersama-sama dan berlanjut menempatkan orang tersebut untuk bekerja di Malaysia, yakni Sunarsih dan Syahril Tabrani dari pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang ke Malaysia
Sebelum diberangkatkan kedua TKI tersebut datang kerumah terdakwa Samsinah di Perum Kenangan Jaya I Alam Gas Km 12 Kelurahan Pinang Kencana Kota Tanjungpinang. Di rumah tersebut terjadi pembicaraan terdakwa dengan kedua TKI tersebut yang janjinya akan dipekerjakan secara resmi, dengan gaji berkisar 1500 Ringgit sampai 1800 Ringgit.
Kemudian dua TKI itu juga dijanjikan terdakwa bahwa uang tiket keberangkatnya ditanggung, termasuk biaya pembuatan Paspornya diganti, serta bisa pulang setiap bulan dan diberikan cuti 3 (tiga) hari.
Namun sesampai di Malaysia, kedua TKI tersebut dipekerjakan tidak sesuai dengan janji kedua terdakwa sebelumnya, termasuk terhadap sejumlah TKI lainnya yang sudah diberangkatkan terdakwa secara Ilegal ke Malaysia. (nel/HK)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
TKW Rita Krisdianti yang divonis hukuman mati oleh pengadilan Malaysia kasus dugaan penyelundupan sabu. Menko Polhukam Luhut Binsar Pandja...
-
Sudah dua tahun Ny Kati (40), mantan TKW di Malaysia ini harus hidup sebatang kara di rumah terpal. Kati menempati "gubuk derit...
-
Berita TKI Ponorogo - Di Ponorogo Jawa Timur Ketela pohon melimpah ruah, keadaan ini lantas dimanfaatkan oleh mantan TKI Hongkong bernam...
-
Berita TKI - Lagi, Kasus TKI hilang kontak di Malaysia sepertinya tidak akan habis, kali ini menimpa Nur Istianah warga Grobogan, Jawa T...
-
pojokpitu/JPG Berita TKI - Cucu yang durhaka begitulah gambaran yang pantas bagi pemuda berumur 16 tahun ini. Dia tega hendak membacok...
-
Aryani TKW Malaysia Asal Malang Dikabarkan Sakit Gigi Akhirnya Meninggal Dunia - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja d...
-
Pati, wartaberitatki.com - Siswanti (40), pelaku bunuh diri yang meninggal dunia karena menenggak cairan pembasmi rumput di Desa Bermi, ...
-
Berita Hongkong - Gadis 18 tahun asal Hong Kong mengalami kejadian tragis akibat ikut kencan online di Tinder. Gadis yang tak disebutkan...

0 comments
Post a Comment