Home /
Internasional Terkini /
News /
Demonstrasi Hong Kong Bertambah Ricuh, Polisi Semprotan Merica Pada Demonstran
Monday, November 7, 2016
Demonstrasi Hong Kong Bertambah Ricuh, Polisi Semprotan Merica Pada Demonstran
HONGKONG - Polisi menggunakan semprotan merica dan mengerahkan tim taktis untuk menghadapi ribuan pengunjuk rasa yang berdemonstrasi di depan Kantor Perwakilan China di Hong Kong. Massa berkumpul menentang intervensi yang dilakukan Bejing untuk melarang dua aktivis pro-kemerdekaan menjabat sebagai anggota parlemen.
Bentrokan terjadi setelah massa telah terlibat dalam deadlock selama delapan jam dengan aparat keamanan yang menjaga lokasi. Empat orang dilaporkan ditahan dan seorang polisi dilaporkan mengalami luka-luka dalam kericuhan itu.
Pada Minggu, 6 November, jalanan Hong Kong sebagian besar dipenuhi oleh para pemuda yang mengenakan pakaian hitam-hitam untuk memperingati pekan-pekan gerakan pro-demokrasi 2014.
Sekira pukul 7 malam waktu setempat sekira 4.000 demonstran memulai protes di depan kantor perwakilan China. Berdasarkan laporan Reuters, Senin (7/11/2016), para demonstran membawa plakat dan meneriakkan slogan-slogan, menuntut Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun Ying untuk mundur dari jabatannya dan mendesak Beijing berhenti ikut campur dalam urusan kota bekas pendudukan Inggris itu.
Massa berulang kali berusaha mendobrak barikade polisi dengan menggunakan payung, yang juga berfungsi untuk menahan semprotan merica dari pihak keamanan. Pada pukul 1 dini hari, polisi, termasuk petugas unit taktis mulai bergerak ke arah demonstran dan memaksa mereka mundur.
Setelah bentrokan berlangsung selama satu jam, para petugas yang dengan dilengkapi pentungan mengusir sisa-sisa demonstran yang masih berada di lokasi. Intervensi China yang memicu protes ini dilakukan untuk mencegah dua aktivis pro-kemerdekaan, Yau Wai-ching dan Baggio Leung yang terpilih menjadi anggota parlemen dalam pemilihan umum Hong Kong pada September.
Dalam upacara pengambilan sumpah bulan lalu, kedua aktivis tersebut menyatakan kesetiaannya kepada ‘Bangsa Hong Kong’ dan menggelar spanduk bertuliskan ‘Hong Kong bukan China’.
Tindakan ini membuat sumpah mereka dibatalkan dan hak mereka untuk mengulangi sumpahnya diajukan ke pengadilan lokal untuk dicabut oleh Pemerintah otonomi Hong Kong.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
TKW Rita Krisdianti yang divonis hukuman mati oleh pengadilan Malaysia kasus dugaan penyelundupan sabu. Menko Polhukam Luhut Binsar Pandja...
-
Sudah dua tahun Ny Kati (40), mantan TKW di Malaysia ini harus hidup sebatang kara di rumah terpal. Kati menempati "gubuk derit...
-
Berita TKI Ponorogo - Di Ponorogo Jawa Timur Ketela pohon melimpah ruah, keadaan ini lantas dimanfaatkan oleh mantan TKI Hongkong bernam...
-
Berita TKI - Lagi, Kasus TKI hilang kontak di Malaysia sepertinya tidak akan habis, kali ini menimpa Nur Istianah warga Grobogan, Jawa T...
-
pojokpitu/JPG Berita TKI - Cucu yang durhaka begitulah gambaran yang pantas bagi pemuda berumur 16 tahun ini. Dia tega hendak membacok...
-
Aryani TKW Malaysia Asal Malang Dikabarkan Sakit Gigi Akhirnya Meninggal Dunia - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja d...
-
Pati, wartaberitatki.com - Siswanti (40), pelaku bunuh diri yang meninggal dunia karena menenggak cairan pembasmi rumput di Desa Bermi, ...
-
Berita Hongkong - Gadis 18 tahun asal Hong Kong mengalami kejadian tragis akibat ikut kencan online di Tinder. Gadis yang tak disebutkan...

0 comments
Post a Comment