Home /
Berita TKI /
TKW Korban Pemalsuan Dokumen, Umur 15 Tahun Tetap Diberangkatkan Jadi TKW Oleh PJTKI
Tuesday, June 7, 2016
TKW Korban Pemalsuan Dokumen, Umur 15 Tahun Tetap Diberangkatkan Jadi TKW Oleh PJTKI
Adalah Madgalena Mutik warga Desa Ekintas, Kecamatan Lamaknen yang diberangkatkan oleh PT Elkarim Makmur Sentosa pada tahun 2006 sebagai TKW Indonesia untuk dipekerjakan di Malaysia.
Saat diberangkatkan Madgalena masih berumur 15 tahun dan tergolong dibawah umur sesuai ketentuan yang berlaku untuk menjadi TKI.
Karena hal tersebut itulah Komisi Perlindungan TKI Kabupaten Belu akan segera mendatangi korban untuk mendapatkan data yang lengkap guna mengambil langkah hukum.
Dari penuturan korban yang dilansir dari kupangtribunnews tahun 2006 saat diberangkatkan Madgalena masih berumur 15 tahun dan dikategorikan sebagai anak dibawah umur yang belum cukup kemampuan untuk dipekerjakan.
Tetapi oleh PT Elkarim Makmur Sentosa dia tetap diuruskan untuk dipekerjakan di Malaysia. Waktu itu dia direkrut menjadi TKI oleh Aris Killa yang mencarinya hingga ke kampungnya di Desa Ekintas, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.
Setelah tiba di Malaysia Madgalena tidak langsung bekerja, selama dua bulan dia menganggur. Dia hanya bekerja selama enam bulan setelah diantar ke agen di Malaysia. Setelah itu berpindah majikan dan bertahan hanya dua bulan saja.
Kini Madgalena menjadi TKI bermasalah dan dideportasi oleh Pemerintah Malaysia.
Kepala Dinas Sosnakertrans Belu, Arnol Bria Seo mengatakan, Magdalena bersama tiga anaknya akan dikembalikan kepada keluarganya di Kampung Ekin.
Namun, lanjutnya, pengalaman Magdalena Mutik ini merupakan suatu kasus yang harus ditelusuri. Karena ada dugaan pemalsuan dokumen keberangkatan. Apalagi pada saat itu dirinya masih berusia 15 tahun.
Menurutnya, ada dua dokumen yang menjadi dasar untuk ditelusuri kasus itu yakni, surat dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI yang mana dalam surat itu tertera alamat Magdalena yang tidak sesuai antara lain, Desa Ekintas, Kecamatan Alak, Kabupaten Kupang. Padahal Desa Ekintas di Kabupaten Belu, dan Kecamatan Alak itu di Kota Kupang, bukan Kabupaten Kupang.
sumber : kupangtribunnews
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita Ponorogo - Seorang pelajar SMA di Ponorogo bernama Rahmad Romadoni (17) meninggal saat sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi...
-
wartaberitatki.com - Penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo tak menjerat FR, siswa kelas XI SMK PGRI 2 yang menabrak mati Miftahul ...
-
Berita Pemerkosaan TKW - Mendapatkan tindak kekerasan terlebih pelecehan seksual saat menjadi TKI memang masih menjadi masalah yang per...
-
Kamu pasti suka sama yang gratisan kan? Apalagi kalau dapat wifi gratis, pasti lumayan hemat paket data bukan? Nah baru-baru ini Ulama ...
-
Cadangan devisi Korea Selatan berkurang untuk pertama kali dalam 4 bulan terakir. Menurut laporan Bank Sentral Korea (BOK) hari Kamis (...
-
Berita Hongkong - Gadis 18 tahun asal Hong Kong mengalami kejadian tragis akibat ikut kencan online di Tinder. Gadis yang tak disebutkan...
-
Sempat Menjalani Perwatan kurang lebih Dua bualan lamanya diruang Isolasi Rumah Sakit King Abdul Aziz Jeddah lantaran penyakit menular y...
-
Berita TKI - TKI asal Ngawi Jawa Timur bernama Iswahyuni (30) yang menjadi TKW di Taiwan dikabarkan meninggal setelah terlibat kecelakaa...

0 comments
Post a Comment