Home /
Berita BMI /
Berita TKI /
Berita TKW /
Pemerkosa TKI Diminta Untuk Bebas, Sampai-Sampai Dikampanyekan
Sunday, May 7, 2017
Pemerkosa TKI Diminta Untuk Bebas, Sampai-Sampai Dikampanyekan
Berita Pemerkosa TKI Diminta Untuk Dibebaskan - Sebuah kampanye muncul di media sosial menuntut warga Arab Saudi Homaidan al-Turki dibebaskan setelah ditahan di AS sejak 2006.
Ketika itu Homaidan al-Turki divonis 28 tahun penjara oleh pengadilan di Colorado dengan 12 perbuatan pidana, termasuk penyerangan seksual kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Hukuman itu kemudian diperingan menjadi delapan tahun karena dia dianggap berperilaku baik. Pengacara Al-Turki mengatakan tuduhan pemerkosaan itu hanyalah 'akal-akalan' dan dipicu oleh tuduhan terorisme yang gagal terhadapnya.
Tagar 'Al-Turki Parole' atau 'Al-Turki bebas bersyarat' telah digunakan oleh ratusan ribu orang di Timur Tengah - termasuk ulama-ulama besar di Arab Saudi dan negara lain - dengan tujuan mempengaruhi keputusan.
BBC Indonesia melanjutkan, sebuah komite dijadwalkan bertemu pekan ini untuk memutuskan apakah Al-Turki layak mendapat pembebasan bersyarat.
Pada Selasa kemarin Al-Turki memohon pada Dewan Pembebasan Bersyarat Colorado untuk dibebaskan demi anak-anaknya, tetapi tetap menyangkal bahwa dia telah melakukan kekerasan pada asisten rumah tangganya.
Anak laki-laki Al-Turki, yang mengatakan bahwa dia belum pernah bertemu ayahnya dalam 11 tahun rerakhir, mempelopori kampanye online itu dan meminta orang untuk menggunakan tagar berbahasa Inggris.
Salah satu anak perempuan Al-Turki berkicau bahwa ayahnya telah memenuhi syarat untuk dibebaskan dan menambahkan, "sudah saatnya dia diberi pembebasan bersyarat untuk dipertemukan kembali dengan kami."
Beberapa pengguna Twitter juga berbagi dukungan lewat video: "Ini adalah pesan atas nama semua orang Saudi terhadap sistem peradilan yang murah hati di Amerika. Tolong, bebaskan Homaidan. Kita tidak dapat menghadapi ini lagi."
"Homaidan telah menjalani hukuman minimum dan sekarang layak untuk pembebasan bersyarat ... jika tidak secara legal maka untuk alasan kemanusiaan," kata satu pengguna Twitter.
Ulama Saudi Awad al-Qarni melanjutkan: "Kami meminta Colorado untuk memberi kesempatan kepada Homaidan untuk menjalani hidup di kelilingi keluarganya."
Dan ulama terkemuka Kuwait Nabil al-Awadhy juga memberikan dukungan. Kewarganegaraan Al-Awadhy dicabut beberapa tahun yang lalu karena 'merugikan' kepentingan negaranya.
sumber
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita Ponorogo - Seorang pelajar SMA di Ponorogo bernama Rahmad Romadoni (17) meninggal saat sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi...
-
wartaberitatki.com - Penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo tak menjerat FR, siswa kelas XI SMK PGRI 2 yang menabrak mati Miftahul ...
-
Berita Pemerkosaan TKW - Mendapatkan tindak kekerasan terlebih pelecehan seksual saat menjadi TKI memang masih menjadi masalah yang per...
-
Kamu pasti suka sama yang gratisan kan? Apalagi kalau dapat wifi gratis, pasti lumayan hemat paket data bukan? Nah baru-baru ini Ulama ...
-
Cadangan devisi Korea Selatan berkurang untuk pertama kali dalam 4 bulan terakir. Menurut laporan Bank Sentral Korea (BOK) hari Kamis (...
-
Berita Hongkong - Gadis 18 tahun asal Hong Kong mengalami kejadian tragis akibat ikut kencan online di Tinder. Gadis yang tak disebutkan...
-
Sempat Menjalani Perwatan kurang lebih Dua bualan lamanya diruang Isolasi Rumah Sakit King Abdul Aziz Jeddah lantaran penyakit menular y...
-
Berita TKI - TKI asal Ngawi Jawa Timur bernama Iswahyuni (30) yang menjadi TKW di Taiwan dikabarkan meninggal setelah terlibat kecelakaa...

0 comments
Post a Comment