Wednesday, November 16, 2016
Kereta Bangladesh Dari Indonesia Dalam Proses Pengiriman
Berita Madiun - BUMN PT INKA akan kembali mengekspor kereta ke Bangladesh. Sebelumnya perusahaan plat merah yang berlokasi di Madiun tersebut tersebut telah memasok 150 gerbong kereta penumpang ke negara kawasan Asia Selatan tersebut.
Senior Manager Litbang dan Rekayasa Inka Adib Ardhian mengatakan, pada pemesanan kali ini, Inka akan memasok 250 gerbong. Inka telah menyelesaikan proses kontraknya dengan Bangladesh Railway.
"Kita sudah kontrak, tinggal tunggu proses administrasi perbankan. Kalau dulu 150 (gerbong) sekarang 250 untuk Bangladesh Railway," ujar dia dalam Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Membangun IKM Logam Ceper di Klaten, Jawa Tengah, Selasa (15/11/2016).
Dia menjelaskan, ada perbedaan kereta yang diproduksi untuk Indonesia dan Bangladesh. Soal kecepatan, kereta yang diminta oleh Bangladesh mencapai 150 km per jam. Sedangkan yang biasa diproduksi untuk Indonesia sekitar 100 km.
"Bangladesh, kereta penumpang sama seperti di Indonesia tapi beda bentuk dan ukuran karena di sana punya demensi loading sendiri. Kecepatannya mereka 150 km, di Indonesia maksimal 100 km," kata dia.
Selain itu, jika di Indonesia lebih mementingkan soal tampilan dan interior dalam kereta, Bangladesh tidak demikian. Menurut Adib, Bangladesh meminta agar kereta yang dibuat Inka lebih kuat. Hal ini terkait kebiasaan masyarakat di negara tersebut yang naik di atap kereta.
"Dari sisi interior KAI (Indonesia) tonjolkan estetika, kalau Bangladesh butuh kekuatan. Tidak masalah penampilannya tidak menarik tetapi kekuatan mereka ingin yang tangguh. Karena kalau dilihat di video, itu ada penumpang di atas kereta, itu memang benar karena memang budayanya seperti itu. Kita desain beda dengan di sini, mereka utamakan kekuatan," jelas dia.
Dalam proyek pengadaan kereta ini, Inka harus berkompetisi dengan produsen kereta Tiongkok. Namun, Inka lebih unggul karena menawarkan harga yang lebih murah. Tetapi Adib masih menutup rapat berapa harga yang ditawarkan ke Bangladesh.
"Tender internasional kita dengan Tiongkok, di Bangladesh itu dengan Tiongkok. Harga kita lebih rendah, ya beda tipis tidak lebih dari 10 persen," tandas dia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Pernah nggak mengeluh mau bawa barang pulang ke Indonesia sampai di bandara kena ini dan itu. Kamu udah coba emprit bangla?? Mantan T...
-
Berita Internasional - Seperti yang dilansir dari China Post dan CNA, sepasang kekasih ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun...
-
Berita TKI - TKI ini adalah Rosilahwati, asal Cirebon yang kabarnya bekerja di Kuwait ini ternyata menghilang memberikan kabar yang jel...
-
Berita TKI - Keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cilacap yang menjadi korban perkosaan di Taiwan, PR, meminta agar korban dipulangk...
-
wartaberitatki.com , Cara Mudah Perbaiki Data Diri Di Paspor Umur Terdeteksi Berbeda Dengan KTP - Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) d...
-
Hasil pertandingan tinju dunia 2016 antara Manny Pacquiao vs Jessie Vargas pada Minggu (6/11) diakhiri dengan kemenangan angka mutlak Pac...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
wartaberitatki.com , Cara Mudah Klaim Asuransi TKI Hongkong - Bekerja di luar negeri memang banyak resiko yang bisa mengganggu kita keti...

0 comments
Post a Comment