Home /
Berita Indonesia /
Berita Magetan /
Berita Pelecehan Seksual /
Berita Magetan : Pedagang Tempura Jadi Predator Anak, Lecehkan Anak di Toilet Masjid
Saturday, November 12, 2016
Berita Magetan : Pedagang Tempura Jadi Predator Anak, Lecehkan Anak di Toilet Masjid
Author -
Ademin
Date - Saturday, November 12, 2016
Berita Indonesia
Berita Magetan
Berita Pelecehan Seksual
Berita Magetan - Seorang pedagang tempura bernama Jhon dicurigai terjerat kasus pelecehan seksual. Selepas peristiwa kelabu di kamar mandi salah satu masjid di Kecamatan Parang, Jhon tiba-tiba tidak menampakan batang hidungnya.
Kuat dugaan, Jhon kabur karena takut kedoknya sebagai predator anak terkuak.
"Sekitar tiga hari terakhir (Jhon, Red) sudah tidak terlihat,'' ujar Romulan, guru Bunga, selepas menjalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Lawu, polisi meminta keterangan seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan guru Bunga.
Kedua guru menjadi saksi kasus pelecehan seksual yang dialami siswa kelas IV tersebut.
Salah seorang guru, Romulan, mengungkapkan pernah bertemu Jhon setelah aksi tersebut diketahui orang tua Bunga.
Hanya, Jhon tak mengakui perbuatannya. Anehnya, sejak saat itu Jhon tidak terlihat berjualan di sekitar lokasi TPQ.
"Nggak jualan lagi,'' katanya.
Romulan tak banyak memerinci pertanyaan penyidik dalam pemeriksaan yang dijalani. Dia hanya menyebutkan, pemeriksaan berlangsung sekitar tiga jam.
Polisi menanyakan alur cerita saat anak didik Romulan mau mengungkapkan pelecehan seksual yang dialami.
"Ditanya perjalanan sampai tahu kejadian itu,'' jelasnya.
Romulan menambahkan, Bunga tak lagi didatangkan dalam pemeriksaan. Hanya orang tua Bunga yang dimintai keterangan oleh petugas.
Pemeriksaan orang tua Bunga dilakukan pagi. Waktunya persisnya, Romulan tidak tahu."Dia (Bunga, Red) tidak datang. Hanya orang tuanya tadi pagi,'' tambahnya.
Pemeriksaan sejumlah saksi rampung sekitar pukul 15.30. Sayang, Kanit PPA Satreskrim Polres Magetan Aiptu Ririn Agustini memilih bungkam.
Ririn berdalih tak memiliki kewenangan. Dia justru mengarahkan kepada AKP Partono, Kasatreskrim Polres Magetan.
Saat dikonfirmasi, AKP Partono yang berasal dari Ngawi tersebut belum bisa mengungkap kasus itu.
"Saya tadi tidak di kantor karena ada kepentingan di luar. Besok saja di kantor,'' ujarnya. (odi/aan/c21/end/flo/jpnn)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita TKI - Seorang TKI Malaysia asal Purbalingga, Jawa Tengah bernama Rahmat Pamuji melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompa...
-
Berita TKI - Fadila Rahmatika TKW Singapura asal Ponorogo diantarkan seorang wanita tak dikenal ke Batam dan ditinggalkan begitu saja da...
-
Berita Kriminal - Seorang siswi SMA berinisial FH (16) diperk0sa oleh 5 pria hingga tewas di kamar kosnya. Para pelaku telah berhasil dia...
-
Suli sang pembantu dan Ama sang majikan, by AppleDaily Berita TKI - Pembantu dan majikan berbeda agama, tinggal satu rumah tanpa meman...
-
Berita Ponorogo - Polres Ponorogo bersama dengan Kodim 0802 mendatangi TKP penemuan bom Aktif yang di duga peninggalan penjajah Belanda ...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
wartaberitatki.com - Seorang hakim di Hong Kong mengatakan pengadilan akan memutar sebuah video berisi penyiksaan dan pembunuhan dua ten...
-
Berita TKI - Jadi TKI di negara Timur Tengah yang dipekerjakan sebagai Penata Laksana Rumah Tangga kini hanyalah sebuah mitos belaka. Ja...

0 comments
Post a Comment