Wednesday, July 13, 2016
Libur Lebaran Usai, Tekong TKI Mulai Unjuk Gigi
Ratusan calon TKI ilegal sudah mulai terlihat mengerumini Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dari pemantauan di lapangan, mereka kelihatan bingung mencari-cari orang yang menjemputnya. Ratusan TKI ilegal ini duduk berjejer di pinggir tratoar sambil celingukan menunggu jemputan.
Disisi lain para Tuti (tukang tipu) alias tekong TKI ilegal terlihat berkeliaran dengan bebas. Beragam aktivitas mereka lakukan mulai dari menjemput TKI di terminal yang kemudian mengarahkan para penumpang calon TKI ini turun ke bawah di area parkiran.
Di area parkir, terlihat beberapa tekong dari penampungan TKI ilegal menggiring calon TKI tersebut naik ke dalam bus travel dan mobil yang sudah disiapkan.
"Usai lebaran, tiap hari diperkirakan ratusan orang penumpang yang diangkut menggunakan minibus milik tekong calon TKI itu," kata salah seorang sopir taksi yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dari Haluan Kepri.
Sopir itu menduga aksi para tekong ini dibekingi oknum aparat yang bertugas di kawasan Bandara Hang Nadim Batam.
Tapi kalo ada tekong TKI ilegal yang belum berkoordinasi dengan oknum aparat di kawasan bandara, calon penumpang disuruh naik taksi resmi.
"Bisa saya pastikan, tiap oknum aparat bandara ini masing-masing pegang tekong TKI ilegal.
Kalo nggak ada beking mana berani mereka beroperasi dengan bebas di bandara," ujarnya.
Tim pantau berhasil mewawancarai salah seorang calon TKI asal Madura, Sarjono.
Dia mengaku berasal dari Madura bersama-sama dengan 25 orang rekannya. Mereka dijanjikan bekerja di Malaysia sebagai buruh serabutan. Sebagian ada yang menggunakan paspor pelancong dan sebagian lainnya masuk ke Malaysia melalui pelabuhan tak resmi (tikus).
"Sebagian kami lewat pelabuhan tikus dan juga ada pakai paspor pelancong lewat pelabuhan Fery Batam Centre mas" kata dia.
Penuturan yang hampir sama disampaikan calon TKI lainnya asal Jawa Barat, Sugiem.
Dia juga mengaku, lima tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Ia pulang ke kampung halamannya dua minggu menjelang lebaran.
"Dua minggu menjelang Lebaran saya sudah di kampung dan hari ini mau kembali bekerja di Malaysia," ujarnya. Ia menambahkan, setiap habis mudik dan akan kembali ke Malaysia, mereka menggunakan jasa tekong.
Alasannya, proses mudah, walaupun mengeluarkan uang cukup banyak. Jika tidak melalui tekong, susah masuk ke Malaysia karena ditolak imigrasi Malaysia.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Sempat Menjalani Perwatan kurang lebih Dua bualan lamanya diruang Isolasi Rumah Sakit King Abdul Aziz Jeddah lantaran penyakit menular y...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
Berita Bontang - Cerita manusia jadi-jadian yang terbang setiap malam untuk mencari mangsa bayi ataupun ibu hamil sudah sangat melegenda...
-
Lagi-lagi kasus pemerkosaan terjadi di Ngawi, Jawa Timur. Kali ini korbannya adalah seorang gadis berusia 14 tahun. Sebut saja Mintu...
-
Seorang ibu di Lampung tega menganiaya anaknya sendiri dengan cara menusuk kemaluan anak perempuannya dengan pisau panas. Sang...
-
Berita Imigrasi - Banyak masyarakat yang belum mengetahui pembuatan paspor elektronik alias e-paspor. Sosialiasi mengenai program ini p...
-
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan po...
-
Bagi para TKI paspor bukanlah sesuatu yang asing. Dengan adanya paspor kita bisa wisata keliling dunia ataupun untuk bekerja. Dulu meng...

0 comments
Post a Comment