Home /
Teknologi /
Hack Wifi Hotspots Tetangga Dan Menggunakannya Haram Hukumnya, Ini Kata Ulama Arab Saudi
Friday, June 3, 2016
Hack Wifi Hotspots Tetangga Dan Menggunakannya Haram Hukumnya, Ini Kata Ulama Arab Saudi
Kamu pasti suka sama yang gratisan kan? Apalagi kalau dapat wifi gratis, pasti lumayan hemat paket data bukan?
Nah baru-baru ini Ulama senior Arab Saudi, Sheikh Ali Al Hakami, mendukung fatwa haram penggunaan WiFi tetangga tanpa izin yang dikeluarkan Mufti Agung Dubai, Ahmed Al Haddad.
Menurut dia, menggunakan WiFi orang lain tanpa izin sama dengan pencurian. Sebab, beban biaya WiFi harus ditanggung pemasang atau sang pemilik. Termasuk hack wifi yang dipassword adalah perbuatan yang terlarang.
Al Hakami mengatakan, penggunaan WiFi gratis baru diperbolehkan jika jaringan tersebut dinyatakan terbuka untuk umum, seperti di pusat perbelanjaan, lembaga pemerintah, maupun hotel.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Sempat Menjalani Perwatan kurang lebih Dua bualan lamanya diruang Isolasi Rumah Sakit King Abdul Aziz Jeddah lantaran penyakit menular y...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
Berita Bontang - Cerita manusia jadi-jadian yang terbang setiap malam untuk mencari mangsa bayi ataupun ibu hamil sudah sangat melegenda...
-
Lagi-lagi kasus pemerkosaan terjadi di Ngawi, Jawa Timur. Kali ini korbannya adalah seorang gadis berusia 14 tahun. Sebut saja Mintu...
-
Seorang ibu di Lampung tega menganiaya anaknya sendiri dengan cara menusuk kemaluan anak perempuannya dengan pisau panas. Sang...
-
Berita Imigrasi - Banyak masyarakat yang belum mengetahui pembuatan paspor elektronik alias e-paspor. Sosialiasi mengenai program ini p...
-
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan po...
-
Bagi para TKI paspor bukanlah sesuatu yang asing. Dengan adanya paspor kita bisa wisata keliling dunia ataupun untuk bekerja. Dulu meng...

0 comments
Post a Comment