Home /
Berita Indonesia /
Berita Kriminal /
Berita Makassar /
Korban Penganiayaan Oknum Guru Yang Heboh Di FB Ini Melapor ke Polisi
Monday, November 21, 2016
Korban Penganiayaan Oknum Guru Yang Heboh Di FB Ini Melapor ke Polisi
Berita Makassar - Pelaku penganiyaan terhadap remaja Putri di Pacitan, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang menjalani pemeriksaan di Mapolres Pinrang, Senin (21/11/2016).
“Hari 3 pelaku sementara dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolres Pinrang,” kata Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo, Senin (21/11/2016).
Leo Joko Triwibowo menyebutkan, pihaknya akan langsung menerbitkan surat perintah penahanan, apabila pemeriksaan 3 pelaku telah dilakukan.
Selain melanggar Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan secara bersama sama. Pelaku juga melanggar UU 23/2002 tentang penlindungan anak. Leo Joko Triwibowo menyebutkan, penerapan UU perlindungan anak itu akan menjerat pelaku yang sudah dewasa.
“Untuk saat ini masih 2 yang secara kasat mata tindak pidana yang telah dilanggar oleh para pelaku,” kata Leo Joko Triwibowo.
Sementara untuk dugaan pelecehan terhadap simbol keagamaan tertentu, kata Leo Joko Triwibowo, masih didalami oleh penyidik. Untuk penerapan pasal pidana dugaan pelecehan itu, perlu melibatkan saksi ahli, yakni Majelis Ulama Indonesia.
Untuk pengapload video ke media sosial dan menimbulkan viral belum diperiksa. Sebab, amanat UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik baru apat diterapkan apabila, ada pihak yang keberatan.
“Belum ke sana arahnya. Kalau sudah ada laporan oleh pihak yang merasa dirugikan, baru prosesnya bisa dilakukan,” kata Leo Joko Triwibowo.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, para pelaku yang akan ditahan itu secara rinci adalah 1 orang pengapload video dan 3 orang sebagai pelaku.
Untuk pengapload video, dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE.
Sementara untuk 3 pelaku dijerat Pasal 170 KUHP Tentang pengeroyokan secara bersama sama. 3 pelaku juga sekaligus dijerat Pasal pelecehan simbol simbol keagamaan. Dugaan pidana lain yang menjerat 3 pelaku adalah melanggar UU perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Frans Barung Mangera mengatakan, unsur dugaan pelecehan terhadap simbol simbol keagamaan, karena jilbab sianggap sebagai simbol kegamaan tertenti di Indonesia.
“Karena apa? Itu ada jilbab yang dibuat di kali. Jilban itu kita dianggap sebagai penghinaan atau merendahkan simbol simbol keagamaan tertentu di Indonesia,” kata Frans Barung Mangera, Senin (21/11/2016).
(muh fadly/pojoksulsel)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita Ponorogo - Seorang pelajar SMA di Ponorogo bernama Rahmad Romadoni (17) meninggal saat sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi...
-
wartaberitatki.com - Penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo tak menjerat FR, siswa kelas XI SMK PGRI 2 yang menabrak mati Miftahul ...
-
Berita Pemerkosaan TKW - Mendapatkan tindak kekerasan terlebih pelecehan seksual saat menjadi TKI memang masih menjadi masalah yang per...
-
Kamu pasti suka sama yang gratisan kan? Apalagi kalau dapat wifi gratis, pasti lumayan hemat paket data bukan? Nah baru-baru ini Ulama ...
-
Cadangan devisi Korea Selatan berkurang untuk pertama kali dalam 4 bulan terakir. Menurut laporan Bank Sentral Korea (BOK) hari Kamis (...
-
Berita Hongkong - Gadis 18 tahun asal Hong Kong mengalami kejadian tragis akibat ikut kencan online di Tinder. Gadis yang tak disebutkan...
-
Sempat Menjalani Perwatan kurang lebih Dua bualan lamanya diruang Isolasi Rumah Sakit King Abdul Aziz Jeddah lantaran penyakit menular y...
-
Berita TKI - TKI asal Ngawi Jawa Timur bernama Iswahyuni (30) yang menjadi TKW di Taiwan dikabarkan meninggal setelah terlibat kecelakaa...

0 comments
Post a Comment