Home /
Berita Indonesia /
Perdagangan Manusia /
Di Bengkulu Anak Akan Dipisahkan Dari Orang Tua Yang Suka Mabuk Dan Kecanduan Narkoba
Tuesday, November 1, 2016
Di Bengkulu Anak Akan Dipisahkan Dari Orang Tua Yang Suka Mabuk Dan Kecanduan Narkoba
wartaberitatki.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu ditunjuk sebagai salah satu pusat pelatihan Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Hal ini dilakukan untuk menekan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kerap kali terjadi, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu.
"Kepada para fasilitator PPA diminta untuk melakukan pendataan dan penjangkauan hingga ke daerah pelosok Bengkulu," kata Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Wahyu Hartomo dalam Pelantikan Satgas PPA Provinsi Bengkulu, Senin (31/10/2016).
Penunjukan tersebut dipertimbangkan atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yn, siswi SMP di Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, serta kasus lain yang marak terjadi.
Selain sebagai upaya pencegahan tindak kekerasan, Satgas ini juga difungsikan dalam mencegah terjadinya perdagangan manusia serta kesenjangan ekonomi antara laki–laki dan perempuan.
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti saat membuka pelatihan itu menyatakan, Pemprov Bengkulu mengapresiasi positif terbentuknya satgas dan pelatihan PPA tersebut.
Menurut Ridwan, satgas itu juga diharapkan dapat membantu Pemprov Bengkulu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang "kebal" akan penyuluhan atas larangan mengonsumsi minuman keras.
Kaum ibu di kawasan PUT, Kabupaten Rejang Lebong, misalnya, memiliki kebiasaan meminum alkohol dan narkoba. Mereka dikenal sebagai Kelompok Sejuta Enam yang biasa disebut Serikat Kanji Tue (SKT).
"Mohon maaf, memang saya ingin mengeksplor persoalan ini dan saya tidak mau menutup-nutupi sesuatu yang buruk yang terjadi di salah satu wilayah Bengkulu," kata Ridwan dalam ketarangan tertulis kepada Kompas.com.
Untuk menyelamatkan anak-anak mereka, Pemprov Bengkulu akan memisahkan sang anak dengan orangtuanya yang memiliki kebiasaan minum minuman keras itu. Pemprov Bengkulu akan menyekolahkan anak yang ada dengan sistem boarding school.
"(Anak) akan kami kembalikan setelah mereka mengenyam pendidikan tinggi. Hal ini untuk memutus mata rantai supaya anak-anak tersebut tidak mengikuti ibunya yang tidak bisa dijadikan teladan," kata Ridwan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Pernah nggak mengeluh mau bawa barang pulang ke Indonesia sampai di bandara kena ini dan itu. Kamu udah coba emprit bangla?? Mantan T...
-
Berita Internasional - Seperti yang dilansir dari China Post dan CNA, sepasang kekasih ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara terjun...
-
Berita TKI - TKI ini adalah Rosilahwati, asal Cirebon yang kabarnya bekerja di Kuwait ini ternyata menghilang memberikan kabar yang jel...
-
Berita TKI - Keluarga Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cilacap yang menjadi korban perkosaan di Taiwan, PR, meminta agar korban dipulangk...
-
wartaberitatki.com , Cara Mudah Perbaiki Data Diri Di Paspor Umur Terdeteksi Berbeda Dengan KTP - Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) d...
-
Hasil pertandingan tinju dunia 2016 antara Manny Pacquiao vs Jessie Vargas pada Minggu (6/11) diakhiri dengan kemenangan angka mutlak Pac...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
wartaberitatki.com , Cara Mudah Klaim Asuransi TKI Hongkong - Bekerja di luar negeri memang banyak resiko yang bisa mengganggu kita keti...

0 comments
Post a Comment