Home /
Berita Indonesia /
Pondok Pesantren Dijadikan Kedok Penyalur TKI Ilegal Disidak Polisi, 6 CTKI Gagal Berangkat Ke Luar Negeri
Saturday, October 29, 2016
Pondok Pesantren Dijadikan Kedok Penyalur TKI Ilegal Disidak Polisi, 6 CTKI Gagal Berangkat Ke Luar Negeri
Enam calon TKI berinisial AF, JR, AS, MA, RK, dan DDH gagal berangkat ke luar negeri setelah Kantor Imigrasi Mataram menganulir permohonan paspor yang mereka layangkan. Imigrasi menilai enam warga tersebut tengah berupaya mengakali sistem agar bisa bekerja di luar negeri.
Kasi Pengawasan dan Penindakan (Wasdakim) Imigrasi Mataram R Agung Wibowo mengatakan, modus pengiriman TKI ini berdasarkan surat rekomendasi sebuah pondok pesantren (ponpes).
Rekomendasi tersebut, kata Agung, untuk pembuatan paspor dan visa studi banding menuju Singapura. Namun, dalam penelusuran tim Imigrasi rupanya tujuan sebenarnya mereka adalah ke Jepang.
”Nanti modusnya visa liburan, kemudian tidak kembali lagi ke Indonesia,” kata Agung, kemarin (27/10).
Agung menjelaskan, indikasi bahwa keenam orang tersebut akan menjadi TKI setelah melakukan kroscek kepada salah satu ponpes di Lombok Timur. Sebelumnya, enam orang ini lebih dulu direkrut dan diberikan pelatihan kerja melalui lembaga pelatihan kerja yang juga didirikan ponpes tersebut.
Selama pelatihan, mereka mempelajari kursus bahasa Jepang, untuk memudahkan adaptasi mereka untuk bekerja di Jepang nanti.
”Biayanya itu total Rp 20 juta untuk satu orang. Ada beberapa yang sudah membayar, tapi jumlahnya bervariasi,” ungkap Agung.
Keyakinan petugas Imigrasi semakin bertambah ketika itu, salah satu pemohon yakni AF mengatakan bahwa dirinya bukan mau ke Singapura, melainkan ke Jepang. Hal tersebut tentunya berbeda dengan surat rekomendasi dari ponpes yang menyatakan mereka hendak ke Singapura untuk studi banding.
”Celetukan dari salah satu orang itu yang membuat petugas curiga, akhirnya kita batalkan pembuatan paspor itu,” jelas dia.
Menurut Agung, pihaknya kini tengah melakukan pengembangan terhadap jaringan pengiriman TKI tanpa melalui birokrasi resmi. ”Untuk kita bisa temukan jaringan lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, modus rekomendasi dari sebuah ponpes termasuk hal baru. Pihaknya pun tidak menyangka oknum pimpinan ponpes akan membuat keterangan yang tidak benar, untuk hal-hal yang tidak benar.
”Jadi ini juga sebagai bentuk komitmen kami untuk meminimalisasi pengiriman TKI secara ilegal,” pungkasnya.(dit/r2/lombokpost)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Paling Dilihat
-
Berita TKI - Seorang TKI Malaysia asal Purbalingga, Jawa Tengah bernama Rahmat Pamuji melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompa...
-
Berita TKI - Fadila Rahmatika TKW Singapura asal Ponorogo diantarkan seorang wanita tak dikenal ke Batam dan ditinggalkan begitu saja da...
-
Berita Kriminal - Seorang siswi SMA berinisial FH (16) diperk0sa oleh 5 pria hingga tewas di kamar kosnya. Para pelaku telah berhasil dia...
-
Suli sang pembantu dan Ama sang majikan, by AppleDaily Berita TKI - Pembantu dan majikan berbeda agama, tinggal satu rumah tanpa meman...
-
Seorang WNI yang menjadi TKI di Korea Selatan bernama Masdar (32) dipulangkan ke daerah asalnya Bima, NTB pada 13/7. Kepulangannya terseb...
-
Berita Ponorogo - Polres Ponorogo bersama dengan Kodim 0802 mendatangi TKP penemuan bom Aktif yang di duga peninggalan penjajah Belanda ...
-
Jenazah TKW Hongkong Asal Ponorogo Itu Datang Tanpa Kejelasan Autopsi - Jenazah Dhinia Sabatini tiba di rumah Tri Hantoro, war...
-
wartaberitatki.com - Seorang hakim di Hong Kong mengatakan pengadilan akan memutar sebuah video berisi penyiksaan dan pembunuhan dua ten...

0 comments
Post a Comment